Label

Senin, 03 Oktober 2011

ASPAL

       

Definisi Aspal
Aspal dalam bahasa yang umum dikenal juga dengan “tar”. Untuk kata “tar” atau “aspal” sering digunakan secara bergantian, mereka memiliki arti yang berbeda. Salah satu alasan untuk kebingungan ini disebabkan oleh fakta bahwa, di antara negara-negara lain, ada perbedaan substansial dalam arti dihubungkan dengan periode yang sama. Sebagai contoh, aspal minyak di Amerika Serikat disebut dengan aspal, sedangkan di Eropa “aspal” adalah campuran agregat batu dan aspal yang digunakan untuk pembangunan jalan. Di Eropa, istilah aspal menunjukkan residu dari penyulingan minyak bumi.
Aspal dikenal sebagai bahan/material yang bersifat viskos atau padat, berwarna hitam atau coklat, yang mempunyai daya lekat (adhesif), mengandung bagian-bagian utama yaitu hidokarbon yang dihasilkan dari minyak bumi atau kejadian alami (aspal alam) dan terlarut dalam karbondisulfida. Ada juga yang mengatakan bahwa aspal adalah material berwarna hitam atau coklat tua. Pada temperatur ruang berbentuk padat sampai agak padat, jika dianaskan sampai temperatur tentu dapat menjadi lunak / cair sehingga dapat membungkus partikel agregat pada waktu pembuatan campuran aspal beton atau sapat masuk kedalam pori-pori yang ada pada penyemprotan/ penyiraman pada perkerasan macadam atau pelaburan. Jika temperatur mulai turun. Aspal akan mengeras dan mengikat agregat pada tempatnya (sifat Termoplastis
Menurut Silvia Sukirman(2007:26), Aspal didefinisikan sebagai material perekat (cementitious) berwarna hitam atau coklat tua, dengan unsure utama bitumen. Aspal dapat diperoleh di alam ataupun merupakan residu dari pengilangan minyak bumi. Tar adalah material berwarna coklat atau hitam, berbentuk cair atau semipadat, dengan unsure utama bitumen sebagai hasil kondensat dalam destilasi destruktif dari batubara, minyak bumi, atau material organic lainnya. Pitch diperoleh sebagai residu dari destilasi fraksional tar. Tar dan pitch tidak diperoleh di alam, tetapi merupakn produk kimiawi. Dari ketiga material pengikat diatas, aspal merupakn material yang umum digunakan untuk bahan pengikat agregat, oleh karena itu seringkali bitumen disebut pula sebagai aspal.
 Fungsi aspal antara lain :
a.       Untuk mengikat batuan agar tidak lepas dari permukaan jalan akibat lalu lintas
       (water proofing, protect terhadap erosi)
b.      Sebagai bahan pelapis dan perekat agregat.
c.       Lapis resap pengikat (prime coat) adalah lapisan tipis aspal cair yang diletakan di atas lapis pondasi sebelum lapis berikutnya.
d.      Lapis pengikat (tack coat) adalah lapis aspal cair yang diletakan di atas jalan yang telah beraspal sebelum lapis berikutnya dihampar, berfungsi pengikat di antara keduanya.
e.       Sebagai pengisi ruang yang kosong antara agregat kasar, agregat halus, dan filler.
Sifat fisik aspal :
a. Daya tahan (durability)
Daya tahan aspal adalah kemampuan aspal untuk mempertahankan sifat asalnya akibat pengaruh cuaca selama masa umur pelayanan.
b. Adhesi dan kohesi
Adhesi adalah kemampuan aspal untuk mengikat agregat sehingga dihasilkan ikatan yang baik antara agregat dan aspal. Kohesi adalah ikatan didalam molekul aspal untuk tetap mempertahankan agregat tetap di tempatnya setelah terjadi pengikatan.
c. Kepekaan terhadap temperatur
Aspal adalah material yang bersifat termoplastis, berarti akan menjadi keras atau lebih kental jika temperatur berkurang dan akan melunak atau mencair jika temperatur bertambah. Sifat ini diperlukan agar aspal memiliki ketahanan terhadap perubahan temperatur, misalnya aspal tidak banyak berubah akibat perubahan cuaca, sehingga kondisi permukaan jalan dapat memenuhi kebutuhan lalu lintas serta tahan lama.
d. Kekerasan aspal
            Kekerasan aspal tergantung pada viscositasnya (kekentalan) aspal pada proses pencampuran dipanaskan dan dicampur dengan agregat sehingga agregat dilapisi aspal. Pada proses pelaksanaan terjadinya oksidasi yang mengakibatkan aspal menjadi getas (viskositasnya bertambah tinggi). Peristiwa itu berlangsung setelah massa pelaksanaan selesai. Pada massa pelayanan aspal mengalami oksidasi dan polimerisasi yang besarnya dipengaruhi ketebalan aspal menyelimuti agregat. Semakin tipis lapisan agregat yang menyelimuti agregat, semakin tinggi tingkat kerapuhan yang terjadi.

Baca selengkapnya download di : Laporan bahan bangunan tentang aspal

4 komentar:

  1. Cece, informasi yg disampaikan dlm tulisan sdh menambah refrensi saya mengenai aspal. Trims ya.

    Namun disini saya ingin sharing informasi mengenai kilang aspal yg pernah dikelola oleh Pertamina. Koreksi dari saya : Di Pangkalan Brandan tdk ada kilang aspal kecuali kilang BBM (CDU-I & CDU-II) kapasitas 4500 barel/hari (sdh tdk beroprasi). Kilang aspal hanya ada di Pangkalansusu, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara (tempat tinggal saya) kapasitas 150 ton/hari (sdh tdk beroperasi).

    Demikian sekilas info dari saya.

    Freddy Ilhamsyah PA
    Alamat email : freddy_ilhamsyah@yahoo.com (sering digunakan) dan freddy.ilhamsyah@gmail.com
    Pemilik Freddyilhamsyah's Blog. Frildanam3com.blogspot.com dan Telukharunewscom,blogspot.com juga aktif di FB atas nama saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih pak atas informasinya

      Hapus
  2. lagi searching tentang aspal dan ter karena besok uas BB. eh dapet blog anak poltek juga. makasih kakak :))

    BalasHapus